Peran ilmu pengetahuan yang makin menentukan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan telah tampak dalam peningkatan jumlah dan mutu penelitian kesehatan di Indonesia. Penelitian dapat diselesaikan di laboratorium dengan menggunakan model in-vitro, tetapi sering juga diperlukan model in-vivo dengan menggunakan hewan coba atau mengikut sertakan relawan manusia sebagai subyek penelitian. sebagai bangsa yang beradab, kesediaan dan pengorbanan relawan manusia wajib dihargai dan dihormati. Dalam hal ini perlu dikembangkan mekanisme, struktur dan prosedur yang selalu melindungi kehidupan, kesehatan, kesejahteraan, keleluasaan pribadi, dan martabat relawan manusia. untuk keperluan itu Komisi Etika Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunungjati dibentuk. Komisi Etika Penelitian memiliki tugas melakukan penilaian proposal penelitian (baik secara etika ataupun ilmiah) dan memberikan persetujuan etik (Ethical Clearence). Penelitian yang mengikutsertakan manusia sebagai subyek penelitian atau menggunakan hewan coba, yang dilaksanakan tanpa persetujuan etik adalah pelanggaran etik penelitian.